19 Okt 2011

Too Famous To Like it...

Norak, sok idealis, tengil atau sombong...., susah juga menilainya. Tapi kalau aku menyebut ini “tidak latah”, ya walaupun sebenarnya  kelatahan bukan melulu sebuah hal yang buruk kok kalau aku telaah lagi.. Ayolah walaupun geli mendengar nama Justin Bieber, tetap aku mau tau siapa sih si JB itu,, selama ini khan yang aku tau dan aku singkat JB adalah Jati Bening, tempat titik jemputan mobil kantor, hihihihi *maksa abies* 

Maka aku akan surfing di internet mencari tau siapa manusia yang sedang heboh diomongin sekarang ini, manusia yang katanya ketenaranya hampir 11-12 sama si SinJo. Siapa pula Sinjo itu??.. lagi-lagi ini pengetahuan karena kelatahan yang sebenarnya aku hindari. But, tapi apa iya ketika semua orang ngomongin keong racun trus aku cuma bisa bilang  “siapa tuh, apa tuh, makanan jenis apa tuh.." Hehehe khan malu-maluin juga, yes sometimes atau bahkan manytimes aku latah juga dengan info-info yang sama sekali gak penting dan tengah booming dimasyarakat.  #simpen muka dikardus sebentar#..kwkwkw

Tapi banyak hal yang saking trendnya, aku jadi sama sekali enggan mencari taunya, ya iyalah gak dicari aja semua orang ngomongin malah bikin bosan dan too much buat aku.

Sebagai ABG pertengahan 90-an (not that old lah..hehehe). Nama Tom Cruise super duper yummy ditelinga, icon kegantengan sepanjang masa. Ayo coba yang merasa angkatan aku tunjuk tangan,, inget gak siy jaman-jamannya ngisi biodata di buku agenda? Ada yang wangi, ada yang berkunci, pake bulu ayam segala..hihihi, sweet banget siy remaja 90an... Harap maklum jaman dulu belum ada ajang media social seperti sekarang ini, so kita biasa ngumpulin data dengan sebuah buku tebal manis yang biasa kita sebuat agenda. Dan, yang gak jarang atau malah kebanyakan –maklum masih ABG—biasanya alamat malah gak jadi penting, karena kalau kita mau bertamu kita akan tanya denah rumah yang dikunjungi dengan lengkap, komplit dan detail! Lalu biodata yang ditulis di buku yang setebel kitab RPUL itu  buat apa??? Ya itu tadi, buat nulis idola, kata Mutiara, pesan dan kesan.. yang semuanya standard abiess…. Setuju khan, la wong kita juga gak paham arti dan maknanya waktu itu, sekedar sok-sokan..

“hidup harus berpegang pada prinsip”
be your self”
friendship forever, don’t forget me”..de el es be…
Coba sekarang, boro-boro prinsip, pegangan aja kagak ada apa, lalu apa yang mau di prinsipin??
Dan kata-kata yang paling basi menurut aku adalah “be yourself” apa siy loe?? Entah kenapa dari dulu menurut aku kalimat ini NORAX abiez, maksa karena biasanya ditulis oleh anak-anak yang strata-nya middle to top, karena berbau bahasa inggris kali ya?? Kenyataanya orang-orang model ginian lah yang sekarang ini lagi pada heboh pengen berpenampilan seperti artis ngetop yang ada ‘sesuatunya” itu, belum lagi yang pada ‘maksa’ pengen berbody model Hollywood atau bekulit porselen model artis Korea… lalu diri sendirinya kemana?? Thank God, dari masih bodoh pun aku dah benci dengan kalimat ini dan golongan-golongan yang biasa memakainya, selalu terlihat munafik bin basi ah, my perception!!!

Trus yang biasa ditulis lagi dibuku ajaib itu adalah idola..huuuu, siapa ABG 90an yang tidak menulis nama Tom Cruise? Anak turki tuch kalau sampe gak  nulis  -Turunan Kidul- maksudnya, hehehe
Mulai kenal nama Tom Cruise dan lihat gambarnya, gak perlau waktu lama buat aku kemudian bosan bahkan eneg tingkat tinggi. Ada poster, pin, kartu dan semua yang berbau cowok ganteng itu, umumnya perempuan normal mesti nyari, kecuali aku kali.. Nggg, gak normal dunk? hehe. 

Jaman-jaman SMP sempet juga pajang posternya tapi honestly, never so in love with him (kaya dia cinta aja ma gue…hahaha), because of: Tom Cruise udah amat sangat terkenal, ternama, terberita maka aku gak terlalu minat lagi buat cari atau denger infonya, makanya sudah 20 tahun sejak film TOP GUN keluar, belum sekalipun aku pernah liat film itu. Atau film MI nya..entah kenapa aku Cuma merasa ‘gak banget ajah”. Say No to Tom Cruise,, :p

Adalagi jamannya Keanu Revees, si ganteng di Speed dan Matrix… sampai hari ini aku ogah liat film-film itu. Bukan berarti sama sekali tidak nonton sih. Walau semuanya belum pernah lihat dari awal sampai selesainya juga, aku hanya tau, lihat sedikit di tipi tapi no interesting sama sekali. Keanu too stars for me to see!! Hmmm,,


Britney spears, Justin Timbelake.. ini satu yang aku juga tak suka. Aku suka sama N’Sync tapi waktu nama JT ini mencuat sendirian, kok ya kesanya gimana gitu. So, JT termasuk orang yang kelewat famous buat  kusukai. Westlife.. kok aku ngerasa kaya ABG soalnya mereka muncul diawal tahun 2000an...hehehe -salah siapa niy??-. Jet Lie dan semua kecanggihan dia di film-film Hongkong-nya, engga banget…. tapi kemudian aku mencintainya di film Kiss of the Dragon dan Danny the Dog.. Asia Vs Eropa cyinn, my heart beating for him, hehehe.

Titanic, salah satu film terbosan sedunia buatku, aku 100% suka sama Leonardo DiCaprio waktu pertama kali dia muncul di sitkom Amerika Growing Pains, semakin besar dan semakin tenar, semakin dihebohkan dengan Titanic,, aku  malah malas dan semakin bosan dengan semua info tetang si Luke Bower  ini (kalau gak salah namanya di sitcom GP..duluuu,,,

Brad Pitt, segitu banyak film dia yang Box Office tidak satupun yang bikin aku penasaran, dia sudah terlalu digandrungi bahkan sebelum filnya keluar. Film Tomb Rider yang mengangkat tinggi nama istrinya.. rasanya aku gak perlu nonton karena kehebohanya style Lara Croff udah sangat familiar. Ricky Martin dan segala keseksianya, membosankan.. Semua orang membicarakanya, aku malah lebih tertarik ketika dia duet dengan Madona dan lagunya tidak sesukses permunculan pertamanya… yes I do.
Si tolol Paris Hilton, si Idol Kelly Clarkson, si aneh Lady Gaga, film The Twilight, Start trek, Transformer, Harry Potter dan banyak nama dan judul lagi yang –menurut aku—telah terlalu digandrungi semua orang, khususnya penyuka-penyuka yang fanatic dan tanpa aku ikut suka pun aku sudah pasti menemukan berita mereka berhamparan disemua entertainment news.. huh, membosankan. :p

12 Okt 2011

World is a Small Place



World is a small place, secara umum mungkin gue orang yang sangat tidak setuju dengan ungkapan itu. Bagaimana engga, gue ini khan gak hoby banget jalan-jalan, lagi juga gue ini orang yang bisa dibilang hampir gak pernah kemana-mana. Serius boo, paling tidak sampai di bulan April 2011 ini gue belum ngerasain namanya naik pesawat..hiks hiks.. lalu bagaimana bisa dunia ini kecil, dunia ini terlalu luas buat gue!! makanya belum ada 1 tempat pun yang sempat gue singahin…hahaha 
self defence, nge-set bahasa gaulnya cin..

Dan gue tidak menganggap itu sebagai masalah, sama sekali tidak, but honestly I also have a  wish.. if I had a change to go around, I hope it will be spectacular, luar biasa, amazing..yah  pokoknya perjalanan hebat lah, misalnya keliling Eropa, jalan-jalan ke Amrik, wisata ke Afrika.. dan sekarang ini siy gue lagi MEMPE BANGET soal Dubai.. Gila ya, ada Negara Arab yang “kelihatanya” te op pe bangeted. Mimpi gue pengen tour en senang-senang ke Dubai, penasaran dengan kemasyuran kampong Palem yang ada di internet itu, atau naik ke pucak-puncak gedung yang katanya –lagi, dan lagi-lagi kata internet lho- gedung-gedung di Dubai itu sekarang ter ter ter di Dunia.. fuiihhhh. KEREN..

But dunia kecil yang mau gue curhatin hari ini sebenarnya bukan itu sih..hehehe..

Ditahun 2000an awal, setelah lama menganggur dan jauh dari sosialita gue,.. taelaa (Seleb kali sosialita, hehehe..) adalah saudara gue yang nawarin kerja. Cuma buat operator telepon katanya waktu itu, secara dia sendiri staff senior so cumaa… Tapi dasar gue pengen banget kerja..itupun buat gue waktu itu udah lebih dari jadi sekretaris cabinet..hahaha, lebay.. tapi ini serius.

Ikutlah gue dengan-nya naik jemputan di UKI dan sampailah dikantor si tante ini, gak lama kemudian  interview lah dengan orang HRD. Oh ya, gini-gini dari dulu kata orang bahasa inggris gue bagus, -untuk ukuran orang yang tidak pernah officially kursus lho-, makanya dari beberapa sodara si tante menunjuk gue. Ternyata eh ternyata, gue lupa-lupa ingat juga dengan kejadian hari itu, entah apa yang ditanya-tanya si ibu HRD hari itu. Cuman yang pasti gue inget, I speak nothing. Bahasa inggris gue hancur, bahkan gue engga sanggup menatap balik mata si ibu interviewer itu. Parno kali, karena lama gak ketemu ‘orang kantoran’, dan jadwal gue sekarang sibuk dengan cucian, anak dan misua. Padahal dalam hati udah bangga, bakal kerja di perusahaan Prancis… sempet ngayal ngobrol ama bulenya lagi. Walah, ternyata inggris gue aja hancur cur cur.  

Yeah, paling tidak waktu si tante tidak memberi kabar lagi, gue menganggap semua memang kesalahan gue pribadi. So gue appreciated  aja pertolongan dia waktu  itu,   hik hiks hiks…

Tahun berjalan, walau gatot tapi tawaran pernah “hampir” kerja di perusahaan Eropa selalu masuk dalam daftar cerita gue soal track record bekerja… maksadotkom. hahaha 

2010 bulan October, setelah 3 bulan menganggur. Gue ada panggilan kerja di sebuah perusahaan Amerika, sudah beberapa kali interview bahkan sampai psikotest segala tapi setelah 2 bulan dan belum juga ada kabar. Kesan Amerika itu masih melekat kuat dihati gue, walau tetap berharap gue beruntung karna kemudian dapat panggilan disebuat perusahaan Eropa lainya, yang kemudian berjodoh.  Masa probation gue baru habis disini, dan gue baru menikmati ‘menguasai’ pekerjaan sampai 99%, bersenang-senang dengan jam kerja yang padat, mengenal teman-teman dengan lebih baik dan ‘hampir’ ngetop sebagai orang paling ngocol ditempat makan siang..????  ckckckc… hahaha

“kamu masih minat engga dengan perusahaan kami” begitu awal mula suara diujung hape gue sore itu.

Suami gue kecewa berat waktu gue bilang mau keluar, mama, adik, mertua, temen pada komplen setengah mati. Mereka semua tau kalau perusahaan Eropa yang gue kerja ini kasih benefit  di‘luar’ kebiasaan perusahaan Jepang yang gue pernah kerja. Jaohhh….

I love manufacturing company, I wish for increasing career, I hope I can bring others to my new job, I wish I can bless others by higher salary..   itu semua adalah dasar alasan  gue mau pindah, walau alasan dan tetek bengek kecil lainya juga  banyak. Dan kembali American addict gue bilang, seharusnya disana semua lebih menjanjikan. Fuiihh..

Now I am here, yang menarik buat gue adalah bukan cuma karena finally gue ngerasain kerja di sebuah perusahaan Amerika, tapi kemudian gue seperti baru sadar... kayanya gue pernah lihat lorong ini, gue pernah lihat loby, ini gue pernah lewatin jalan kecil ini, gue pernah dengar perintah ini.. waktu di bus jemputan  -seat-belt wajib hukumnya-.

Ternyata It was Schlumberger which is now turn to Itron, 10 tahun yang lalu gue interview buat jadi operator telepon dan melewati tangga yang sama dan hari ini gue masuk sebagai staff. Dan setelah menunggu selama 6 bulan dan sempat berfikir ‘ya sudahlah’,, bahkan berkomitmen pada diri sendiri kalau my Europian Company will be my last career forever atau paling tidak sempat berencana untuk menapaki tangga karir disini, di perusahaan Eropa ini saja, ternyata oh ternyata…   
   
What a small world isn’t it??

Notes:
Schlumberger adalah perusahaan Prancis yang memproduksi meteran Kwh dan sekarang diambil alih kepemilikan sahamnya oleh Itron, yang bermarkas utama di Wasington, AS.
 

6 Okt 2011

My Fren is Rusmana

 

Pertemanan aku dengan seorang Rusmana bisa dibilang aneh, bisa dikata ajaib atau kalimat gila juga cocok, bahkan kalau sampai ada kometar yang mengatakan ‘ada sesuatu antara kami”, yach entahlah.. aku hanya akan menggeleng sedikit, dan akan mengangguk berkali-kali… so, what  the meaning ??  hehehe.. Aku secara pribadi memakai kata sinting sepertinya (agak) lebih tepat.. kalimat sinting ini (menurut aku lho) ada diantara kewarasan dan kegilaan yang 50-50, kondisi yang ambigu, berawarna abu-abu, the thin red line bahasa kerennya, taelaa… jujur, sering kali aku sendiri menyadari kesintingan itu ada diantara kami. Dari kekonyolan tingkah laku dia (yang pastinya aku juga punya andil menimpalinya, hehehe..) pertikaian kita yang sesungguhnya bukan masalah kami, tapi kebiasaan “ngurusin temen susah” ku nyaris membuatku membunuh seorang pria bodoh bernama Rusmana

Pertamakali kenal dengan Mas ini (waktu itu dia masih mas-mas lho…) sama sekali tidak ada yang istimewa, wajahnya tidak, style-nya pun tidak, Cuma yang  cukup eye catchy waktu  adalah gayanya yang feminim, yang kemudian ke feminiman nya inilah yang membuatku menjadi maskulin dan berusaha melindunginya..kyaaaaaa…

Pekerjaan tolol pertamanya adalah mengatur stationary, tidak ada yang salah dengan pekerjaan itu. Seharusnya, kecuali dia disuruh oleh bos-nya -seorang perempuan matang yang sama sekali kurang dewasa yang belum juga kunjung menikah saat itu- yang lalu membuat perintah  membuat penyimpanan dengan alas sejenis styrofoam dan agar diatur  semua stationary tersebut berdiri. Dia bingung tapi aku masih menimpalinya wajar, (toh dulu juga aku pernah mengurusi stationary-pikirku) sampai kemudian dia membuat lubang2 kecil itu untuk ukuran pinsil/pulpen, penghapus, cutter dll agar semua posisnya berdiri.. are you kidding me pikirku, ini mulai aneh.  Tidak sampai situ pekerjaan tololnya, membantu melayani teman-teman baik si ibu ini menjadi bagian dari Job desk bapak Rusmana… 

Yang paling membuat aku gemas adalah bagaimana dia curhat dengan segala ‘kekejaman dan kekasaran” si Ibu Bos wannabe ini, dan sebenarnya walaupun tidak curhat dengan mata telanjangpun sehari-hari kami semua bisa melihat, bagaimana seorang laki-laki diperlakukan dengan sangat bodohnya. Angkat telephonelah salah, simpan file salah, tulisan salah, fotocopy salah dan entah kesalahan-kesalahan apa saja yang selalu semua pekerjaan Rusamana salah. That’s for sure.. sampai kemudian ada anekdot diantara akami mengenai ‘nasibnya’..
“schedule hari ini apa ya?? Hmmm, pagi diomelin, siang diomelin, sore diomelin…” 

Sering kali dengan amat sedih hati dia bercerita bagaimana ketakutanya dia dengan  pagi. Rasanya berangkat kerja menjadi suatu momok yang menakutkan, terus berpikir ketololan apa lagi yang akan diterimanaya, hinaan apalagi yang akan diguyonkan si Ibu dengan tak berperasaannya, dan bagaimana teman-teman baik si Ibu akan ikut mempermalukanya. Berbulan-bulan aku hidup dalam keluh kesahnya, dan aku secara Pribadi memang sudah muak dengan kelakuansi Ibu GA ini… OMG, jangankan dengan orang selemah Rusmana (paling tidak begitu aku menilainya) dengan alasan dia orang lama  dari pada teman-teman lain di kantor, dia memang  memegang  kuasa penuh atas semua aturan dan UU perusahaan. Tentunya teman-teman baiknya juga boleh mendapat privilege khusus, itulah selalu jadi tamengnya bahw dia fair play. Aku dulu menyebutnya  senioritas “model plonco SMA”

Akhirnya aku (dan sebenarnya sebagian teman-teman lain juga) menyarankan Rusmana untuk resign.. setauku sesungguhnya seorang Rusmana bukan orang susah yang tak makan tanpa bekerja, Bapaknya toke beras didaerah Karawang, kakak-kakaknya punya usaha sendiri.. mungkin karna kemanjaanya inilah dia bangga dengan pekerjaan yang didapatnya, tempat dimana dia “berharap” bisa beraktualisasi diri tapi kenyataanya???....    

Disinilah aku mulai kecewa dengan Rusmana, setelah resign 2 hari, seperti kami duga sebelumnya  Ibu GA ini kelimpungan dengan pekerjaanya, lalu mencari tau soal Rusmana… berharap dia kembali lagi (walau kami tau kebodohan si Ibu ini, dia tetap dengan sikap arogan-nya)… kemudian bagian paling aku benci, Rusmana tau dia dicari, kemudian dengan (entah apa orang lain mengartikan  ini,..) - aku menyebutnya tolol- dia menelpon si Ibu dan besoknya dia bekerja lagi. Tidak ada pemintaan maaf  disini!! Not to me tapi ke Rusmananya…
 

Demi tau aku akan protes dengan keputusan ini, Rusmana dan si Ibu Nampak mulai berkolaborasi, tidak lama kok tepat seperti yang aku selalu tebak. Tingkah si ibu makin rusuh karena sekarang bukan hanya dia yang  ‘memerintah’ Rusmana dengan konyol tapi ada seorang teman baik si Ibu ini yang juga diberi kuasa untuk menekan teman –bodoh-ku ini.
Jadilah aku ada ditengah-tengah, mendapat keuntungan dengan “kesalahan-kesalahan” yang ada diantara si Ibu dan Rusamana. So sesaat aku memegang falsafah “musuh dari musuhku adalah teman ku.”  fuiihh…walau banyak mengutuk kebodohan Rusmana dan sering “bermain mata” dengan si Ibu, pada dasarnya heart never  lie, aku tetep menempatkan Rusmana sebagai my real block.

Tapi kondisinya terlanjur basi, dengar sadar aku tau dia punya hak memilih jalan hidupnya, dia berhak menikmati pembodohan-pembodohan si Ibu, bukan urusanku pula kalau dia jadi sering memuja si Ibu dan menyelahkan dirinya yang memang teledor,.. tapi kenyataanya aku tetap sakit hati tiap kali melihat pembodohan itu terjadi, kemudian aku akan tetap mendengarkan curhatnya kalau dia ada masalah dan  kemudian kegeraman ku akan timbul lagi saat dia luluh dengan ‘kebohongan’ si Ibu ini… demikianlah bertahun-tahun kami lalui pertemanan ini persis dengan penggalan lagu BBB “putus nyambung, putus nyambung..”.. dan sesungguhnya ini adalah 2 orang dengan kebodohan yang sama… hmmmm

Oktober Oh Oktober

October 1979, bulan dan tahun aku lahir.

20 tahun kemudian.
December 1999, aku melahirkan bayi perempuan pertamaku yang kami namai Jane, terinsppirasi oleh nama Jean, tokoh dalam cerita yang diadopsi oleh srigala dan berjiwa ksatria.  Lahir diusia aku masih labil, penuh emosi dan gairah usia muda, sedikit pengalaman dan lebih banyak percaya pendapat orang.

10 tahun setelahnya,
October 2009, Baby Grace,  bebeb, princess.. begitu aku membiasakan memanggil anak ketiga kami,putri ke duaku. Lahir ditengah usia ku yang –menurutku- jauh lebih matang, kondisi ekonomi yang jau lebih baik daripada 10 tahun yang lalu. Lebih berpengalaman, dan sudah banyak baca Koran serta mengerti buka internet… huuu

Grace Mona Rachaellea, sejak awal kami (dan banyak orang lain juga) menduga bahwa bayi yang akan  lahir ini adalah laki-laki, katanya karena bentuk perutku yang bulat dan juga karena lamanya aku mengandung yaitu 42 minggu, meleset 3 minggu dari perhitungan kami juga bu bidan. –kata orang-orang siy bayi laki-laki suka lahir lewat dari 39 minggu--.

Benjamin Jala Lincoln, nama yang sudah aku matangkan dalam perumusan juga doa sekarang menjadi uap. Untuk sesaat aku dan suami kebingungan,  tapi entah bagaimana nama Grace mendadak begitu lekat dikepalaku. Suami sempat agak protes dan menginginkan namanya ada disisipan nama bayi kami.  (ini sih obsesinya sejak dulu..hadeh..)  Setelah merangkum ide ku dan pemikiranya, tercetuslah nama Grace Mona, (nama bapaknya Monang) Rachaellea (yang ku kutip dari nama Ibu bangsa Israel yang pertama Rahel dan Lea tapi dalam spelling Inggris).

Pertumbuhanya bisa dibilang lambat, bahkan dibanding si Abang (yang menurut kami juga agak lambat jika dibanding si Sulung) angkat kepala diusia hampir 6 bulan dan berjalan umur 1,5 tahun. Tapi dalam semuanya aku sangat bersyukur, emosiku jauh lebih terkendali, pengetahuanku tidak lagi “kata orang” makanya aku tidak terlalu memepersoalkan semuanya.

Sering aku sedih mengingat bagaimana aku membesarkan Jane 10 tahun yang lalu dibanding dengan Grace saat  ini, kasihan gadis kecilku yang sudah beranjak gadis itu. Banyak luka yang tanpa kusadari sudah aku torehkan dalam dihati dan fisiknya.. Momie loves you  Jane, so much..buah cinta mula-mulaku, kebanggaanku sebagai perempuan yang pertama, dan oabat luka hati  yang paling manis sepanjang masa..

October 2011
Setelah 2 tahun, kami mulai merasa ada yang salah dengan perkembangan baby Grace, dia sangat abai ketika dipanggil namanya, tapi  sering juga dia sigap dengan suara pesawat terbang atau suara motor si papa. Memang kalau  coba ingat-ingat lagi, dia lebih banyak cueknya ketimbang terganggunya walaupun banyak suara hingar binger disekelilingnya.

Walau berusaha sabar, ayolah aku harus bangun dan realistis.. 2 tahun adalah masa lucu-lucunya bayi dengan segala celoteh dan kecentilanya, dan itu hanya sedikiiit sekali kami rasakan dalam pertumbuhan Grace. Kelucuanya lebih kepada kebiasaanya meniru apa yang dia lihat, misalnya gaya tinju si kakak atau smackdown nya si abang atau rajinya si Oppung (gak bisa lihat sapu, piring, gelas atau barang apapun semua akan dibuang) hehehe… 
Sempat kami duga autis dan bawa ke dokter, sebenarnya jawaban si dokter tidak juga cukup memuaskan tapi belajar dari referensi internet dan penjelasan yang sedikiiiiit dari dokter, mata bayi kami berbicara dan matanya menangkap tatapan lawan. She is not autism..

So sekarang kami membawanya ke dokter THT saja, memastikan adakah yang salah dengan pendengaranya. Karna hanya kata “mama” yang belepotan dan bahasa planet lainya yang dia kuasai diusianya yang sudah 2 tahun ini.. .hmmm. Apa yang aku pelajari saat ini adalah, apapun adanya my Baby Grace… inilah aku yang mengaku sudah lebih dewasa dan matang secara emosional, lebih mengerti rencana Tuhan ketimbang 10 tahun yang lalu. Aku harus lebih siap dengan segala kondisi, tidak perlu ada malu, takut, tertuduh atau perasaan martir lainnya atas segala yang terjadi.. perasaan yang seharusnya sejak 10 tahun lalu aku sadari..atau (miliki lebih tepat)..

Love you all kids..
Dedicate for : My daughters..Jane and Grace Siregar   
    

28 Sep 2011

Antara Getar dan Geram....

Drrrt..drrrttt, fuihhh.. iya walaupun sudah ku setting benda super hebat abad ini ke ‘tanpa suara’ tetap saja aku akan tetap bisa tau kalau ada pesan yang masuk, bahkan tidak jarang setelah sengaja ku tinggal dikamarpun suara bereppppbb nya itu akan mendesis disanubariku (kyaaaa…) dan kemudian memaksaku untuk menjamahnya.. sebenarnya ini kesalahan siapa pun patut direview ulang lagi, karna namanya juga handphone, alat komunikasi alat yang abad ini paling banyak membuat orang gatal untuk punya seri terbarunya. 

Ya memang guna utamanya adalah  untuk komunikasi, kalau kemudian fungsi ini menjadi dual.. misalnya ‘jembatan merah’ dengan selingkuhan, penantian atas sebuah ‘harapan’ yang saya maksud –panggilan interview lho—hehehe, dan lain lain yang kalau dirunut-runut memang akan berujung pada komunikasi juga sih tapi kemudian manfatnya lebih banyak  kepada urusan personal tendesius (syukur-syukur yang ditunggu diujung sana, atau yang diujung sana yang diharapkan kalu justru sebaliknya maka jadi lah handphone ini kehilangan visi utamanya) apaan  siyyy..

Untuk kesekian kalinya, dibilang ratusan berlebihan..memang pula gak sampai seratus tapi dalam tahap aku bukan banci handphone (klaim aku siy begitu) pusing bin kesal juga kalau sms yang kuterima dari orang yang sama ini sudah lebih dari 8X. Pesanya pun kurang lebih sama “jangan lupa ya,” “tolong gue dong”, “bisa sekarang gak loe hubungin”, “bisa kah, dapatkah, adakah…” bla bla bla..

Ini bukan kali pertama aku menghadapi hal-hal sedemikian, sisi kemanusiaanku selalu tergugah untuk menjadi ‘penolong siapapun’ selama aku bisa, aku pantang tidak membalas SMS dari kawan, aku berusaha ada terutama waktu teman susah bukan hanya pada masa keemasanya saja.
Tapi tidak jarang aku merasa tolol sendiri, aku merasa berlebihan dengan segala jiwa ‘pahlawan kesiangan’ ini. Pernah aku kerepotan sampai ribut sama adik ku soal pulsa telpon rumah yang membengkak waktu aku setengah mati mencarikan pendeta untuk teman yang MBA. Atau sampai melewatkan jam malam demi tidak mau ketinggalan mengucapkan HAPPY BIRTDAY pas di jam 12 malam buat teman, yang kemudian dia jawab “thanks ya bu, gue baru baca kemarin siang, HP gue mati”… mampus!! Batinku mencela diri sendiri. 

Sebenernya itu masih  tidak seberapa, pernah pada suatu  masa disekolah, aku, sebagai ketua kelompok heboh dengan “thema” upacara yang akan datang, yang ‘katanya’ biasanya dicanangkan sehari belum hari H-nya. Jadilah 2 hari itu, aku sok sibuk nonton acara berita yang sama sekali tidak aku mengerti demi “sang thema”, setelah dapat paginya aku tergopoh-gopoh kesekolah, dan Cuma heran waktu MC-nya sudah duduk ditempat, kemudian kata kakak senior bilang dengan enteng “udah dapat dari kepala sekolah”. Masih kental dalam ingatanku, scene pagi itu… what’s wrong apa who’s wrong actually.

Satu kali teman baikku berkisah, betapa sedihnya dia dengan masalah keluarganya.. terpikirlah olehku sepanjang  malam, sampai searching-an di internet bagaimana hal-hal sedmikian bisa terjadi.. agak mengejutkan ketika melihat  status “bahagia” dengan suami tercinta. Again I ask my self, what’s wrong, whos’ wrong.. did I take it too much. Did I have different brain di banding manusia normal lainya.

Kembali ke handphone diatas… taelaaa.. hahaha…

Sebulan yang lalu aku menawarkan pekerjaan “pembantu” di kantor ku yang (kembali menurut aku) lumayan elite. Lumayanlah, kerja kantoran, gaji cukup sama dengan SPG-SPG di Mall tapi tidak berdiri  tidak kepanasam, tidak pula kelaparan. Enough I guess when you are jobless. Mungkin I will loved to have it when I am in the same position. Dengan enteng si teman bilang “sorry War, gue maunya yang status jelas, lu bantu gue buat kerjaan yang lebih  pasti, lu masukin lamaran gue buat yang posisi bagus” dan semua sudah pula aku lakukan sebulan yang lalu. Tapi belum ada jawaban, sedangkan yang ini aku pastikan malam  ini  pun pasti langsung kerja. Kita menyebutkan  temporary helper.

Dengan sedikit kesal, ku oper penawaran ini ke saudara yang “ilmu kantoranya” jauh dibawah standard bahkan lebih mendekati tidak bisa. God save the Queen (artinya???? Hehehe) She’s  not so bad actually.
Sebulan kemudian si teman baik ini bertanya, bilakah ada perkerjaan  untuknya, apa saja, model apa saja.. sangat-sangat butuh. Terbersit kesal dihatiku mengingat kejadian yang lampau dengan kemudian berencana -cuekin aja-   tapi  kemudian aku baru sadar kalau ternyata aku sudah terlibat dalam usaha pencaharian kerja untuk si teman ini, sms harianku paling tidak lebih dari 15X berisi tanya jawab mengenai perkembangan lowongan yang ada…I hate it, I am  getingt suck, I am disturbing but I am still here, menjawab sms dengan sejuta ‘kemarahan’ di alam bawah sadar.. didunia HADES….urghhh

Padahal belum lekang diingatanku setahun lalu ketika keadaan masih terbalik, ½ mati aku sms dan telepon sekedar menanyakan lowongan yang dia tawarkan, balasannya  5 banding 100.. mau ketemuan pun sulitnya minta ampun... fuihhh, mau marah rasanya tapi hak dia khan?? 
What’s wrong with me.. aku tipikal orang sibuk dan senang menceritakan bahagiaku, dukaku, pengetahuanku  pada teman-teman baikku,, bukan tidak jarang dicela, dibalikin, diseloroh menjengkelkan. But I still love it, aku akan selalu senang bercerita seperti aku senang mendengarkan kisah mereka. I am in love with all my friend.

Padahal bukan 1 atau 2 kali teman baikku akan bertanya “anak lu kelas berapa?” padahal baru kemarin aku bercerita atau “eh, ini khan bagus” padahal itu yang  minggu kemarin kita perbincangkan. Atau memforward email yang 1-2 bulan  yang lalu aku kirim ke alamat “teman-teman special”.
Aku Ratu Repot kata suamiku, aku akan heboh merencanakan segala sesuatu dengan baik dan sempurna, aku berharap semua puas semua senang (Huuuu..nampak sombong but I suer it’s real!!), kurencanakan setiap detail dengan sempurna,, aku ratu kecele kataku. Yang ditungu juga gak ingat, yang diperhatiin  ya lupa, yang aku anggap teman juga no act, yang aku jaga-jaga melenggang tanpa ‘sadar’ (apa tidak mau sadar, I just don’t know ??)

Banyak kali, sering kali, kemudian aku sadar telah ditololi oleh kebodohan ku sendiri, aku dijatuhkan oleh sok pahlawan kesiangan ku sendiri. Dan sampai hari ini, suami ku masih menyayangkan over concerning-ku yang keseringanya sia-sia, dan sampai hari ini pun aku masih dengan kekesalan atas kebodohan ku itu.. but then I don't know how to ignore. Aku Cuma bisa berteriak marah pada bantal dikamar.. huh.. 

Drrrt..drrrttt… kesal ku tertahan, sms teman datang.. dengan kesal aku membalas.. suami ku geleng-geleng di pintu kamar,,