15 Des 2011

Sahabat Pantry-ku,,


Beberapa kali pindah kerja, aku mengalami beberapa kali beradaptasi dengan lingkungan. Ada sudut kecil yang terlihat sepele namun menurutku adalah bagian penting yang paling pertama harus aku sahabati. Pantry dan Officeboy. Menurutku jauh lebih membanggakan ketika kita membuat orang kecil merasa ‘menjadi orang’ dari pada menjilat orang yang lebih tinggi hanya sekedar menunjukan bahwa ‘saya adalah orang’. Buatku lebih menyenangkan tersenyun dan tertawa bebas bersama orang kecil dari pada sekedar mengulum senyum tipis dengan para petinggi,, walau jauh lebih hebat lagi jika bisa melakukan semuanya dengan semua orang,,, hmmm

Adalah Chanim namanya, OB pertama kami di perusahaan Jepang, karena sebelumnya kami tidak diberikan OB oleh managemen entah karena alasan apa, jadi selama itu aku biasa merangkap sebagai OB dadakan (kebanyakan kawan-kawan ku adalah anak-anak mami yang tidak tau cara membuat kopi/tea jadi banyak yang suka minta pertolonganku atau… mungkin mereka suka membodohiku, karena dalam segala kejudesanku, mereka tau aku tidak pernah menolak dimintai tolong,, hehehe. Just Kidding). Perawakanya legam, hitam dan gagah –menyeramkan lebih cocok- hahaha, but it’s true, tapi ketika kita berbicara dengannya you won’t believe it, he has a smooth voice, kalau tersenyum manis sekali, pembawaanya hangat dan bersahabat. Dia adalah seorang untuk melayani kami semua, belum terkadang-kadang membantu departemen lain yang punya masalah dengan kekurangan tenaga, belum lagi ‘kami’ para perempuan yang menitip membelikan makanan.

Fuiihh, pokonya dialah seorang diri mulai dari mengepel lantai atas, ruang engineering bawah, kamar madi atas, kamar mandi bawah, membuat minuman buat para staf, membuat kopi/teh buat tamu, membelikan sarapan kami, menjadi kurir ku..(hehehe, ada sebuah kisah lain terselip diantara ini..), membongkar store room jika departemen Finance mencari document atau mengangkat perkakas dan keperluan lainya yang tersimpan di store room… all, all, all just done by Chanim alone,, waw!!!

Diperusahaan China dengan pengalaman 3 bulan ini, 11-12 dengan keanehan pemilik perusahaan yang sesungguhnya punya label lumayan ternama ini, OB nya pun tidak kalah aneh bin ajaib. Datang hanya untuk mengepel lantai 1 sampai 4 dengan seadanya pagi hari (bukan bohong jika aku bilang seadanya, karena sampah ataupun kotoran lengket dilantai tidak akan lekang sama sekali) tidak ada cerita staff minta tolong sama OB, jam 16.30 teng dengan sigap laki-laki yang berusia sekitar 28an itu akan pulang dengan tenangnya ke haribaan keluarganya. Bahkan hanya sekedar minta tolong geser meja saja dengan cepat dia menolak, membantu mengepel lantai yang ketumpahan air minum di jam kerja, dia juga menolaknya bahkan cepat ngeloyor pergi. Pengalamanku dengan OB ini –apakah sesungguhnya keanehan tempat itu yang membuatnya demikian?? Entahlah- yang jelas 3 bulan yang aneh itu tidak akan kulupakan. OB yang tak tersentuh ‘permintaan’ apapun…OB paling berkelas yang pernah ku lihat.

Diperusahaan Eropa, mereka nampak terbiasa dengan ‘pengelompokan’ memandang staf baru sepertiku dengan gamang, mereka baik dan mudah dimintai tolong tapi aku perlu banyak-banyak berkelakar dan bergaul dengan mereka sampai akhirnya, kami berteman..  mereka bekerja dengan sytem yang jelas, sepertinya yayasannya telah berhasil menciptakan pekerja-pekerja yang baik dan cekatan.

Perusahaan Amerika, hmmm…little bit wondering apakah pengkotakan merupakan sebuah system baru di dunia kerja? aku miris. Disini OB terlihat seperti kaku dan sama sekali tidak bersahabat, tidak ada senyum sekalipun kita menyapanya dengan senyum, tidak ada gairah, tidak ada persahabatan dengan staff. Mereka rajin, mereka sigap tapi terlihat semua dikerjakan tanpa gairah dan buat aku hal seperti ini tidak mengenakan sama sekali. Semua karyawan dilayani sama  disini, semua OB boleh dimintai tolong, semua seharusnya bisa dimintai tolong, kapanpun dan dimanapun. Tapi dengan idealism kemanusiaanku aku merasa mereka bekerja seperti system, hanya melakukanya karena digaji dan bukan dari hati.

Anyway, -seperti suamiku sering bilang- lain ladang lain ilalang, lain tempat lain pula kebiasaanya.Yups,, that’s what I saw actually, but somehow, somewhere and always Chanim sudah menjadi OB paling aku sukai, dialah OB paling  baik yang pernah aku kenal, the one and only OB yang bisa diajak curhat masalah pribadi, OB yang berani mengkomplen jika aku minta tambah kopi instant (karena dia tau aku gak kuat kopi, tapi maksa,,hihihi..), OB dan kurir picking list-ku.. 
OB yang standarnya kemudian membuat aku melihat OB-OB lainya  terlihat  dibawah standard,, hehehe   *maaf ya buat yang lain…

14 Des 2011

Tuhan dan aku


Bicara tentang Tuhan dan aku, mungkin bagi sebagain orang yang pernah kenal aku akan mencibir dan bilang munafik. Yeah I can’t deny it. Tapi perjalana hidup telah membuat aku mengenal Tuhan secara Pribadi. Membuat aku bisa bilang Tuhan itu baik, aku tau rencana Tuhan indah pada waktunya. Aku tau Tuhan ijinkan banyak hal terjadi untuk membuat aku menjadi lebih dewasa dalam iman.

Tapi ada satu hal pasti yang membuat aku menjadi teman baik Tuhan, adalah karena suamiku. Dialah yang menjadi mentor dan pembimbingku untuk mengenal Tuhan lebih dekat.

1997, selepas retreat disebuah teen ranch aku dibaptise selam. Sesudahnya selama beberapa waktu aku mengalami kebangunan rohani, sukacita dan cinta mula-mula. Every day is a bless.

Tapi ini tidak langsung membuat aku menjadi sahabat Tuhan. Sikap bapak yang keras dan kacamata perfectionist ku membuat dunia tidak terlihat menyenangkan untuk disahabati.

1999 aku menikah, dan suami menanamkan nilai agar kami selalu berharap pada Tuhan. Titik ini-pun tidak simsalabin membuat aku mencintai Tuhan dan suamiku.

Karena tidak lama setelah menikah suamiku dirumahkan dari pekerjaanya, juga lingkungan baru yang mengejutkan. Maka semua keteraturanku  mulai berantakan.

2001-2002, kejatuhan imanku pada dasar yang terrendah. Aku kecewa dengan situasi, kecewa dengan gereja, marah besar pada Tuhan. Aku benci pada semua pekerja gereja!. Di masa ini, aku merasa semua yang berbau Tuhan adalah munafik, kebohongan dan sandiwara belaka. Tidak ada satupun orang yang bisa diandalkan. Mereka hanya akan perduli ketika kamu cukup berduit, cukup berpendidikan dan cukup patuh dengan semua aturan mereka (buka aturan Tuhan) yang subjective. Pandangan dan cara hidup orang yang mengaku kenal dengan Tuhan ini ternyata tidak seindah yang mereka kotbahkan.

Tahun berjalan, musim juga berganti. Sekitar tahun 2003 aku dibangunkan oleh ketulusan doa suamiku dari marah besar pada Tuhan.

Suamiku yang terus berdoa malam setiap hari dan menumpangkan tangan diatas kepalaku... itu yang aku ingat. Masa ini tidak langsung membuat hubunganku pulih 100% dengan Tuhan. Yeah, paling tidak aku sudah mulai dengan sukarela melangkahkan kaki ke gereja. Aku juga  mulai membaca alkitab dan aku sudah mulai menerima masukan dari orang-orang ‘ber-Tuhan’.

Perjalanan-lah yang akhirnya membangunkan aku dari ‘kepicikan’ sudut pandangku yang marah pada Tuhan. Kusadari perlahan kalau anak-anakku tidak pernah secara khusus mendapat penanganan dokter sedari kecil. Kami tidak pernah kekurangan makan dan minum, walaupun suamiku cuma kuli harian.

Malahan, entah bagaimana yang pasti bukan hanya 1-2 orang yang sering datang kerumah mungilku untuk meminjam uang –sampai hari inipun. Bahkan sampai meminjam sembako.  Begitu banyak orang yang mengira kami ini golongan ‘mampu’-.

Di setiap natal kami mampu berpakaian baru dan menikmati makanan enak. Aku juga tidak pernah berhutang (justru ketika pendapatan naik aku mulai berhutang, hehehe... Tapi aku pastikan aku harus membayarnya). Aku diberkati dengan tetangga-tetangga yang banyak membantuku soal anak-anak.

Ternyata disekelilingku adalah berkat dan berkat dan berkat... dan semua bisa menjadi berkat atau kutuk adalah bagaimana aku memandangnya.
   
Sekarang aku berdiri disebuah gereja kecil yang sudah kukenal sejak aku mulai duduk dibangku SMP.  22 tahun sudah kukenal wajah-wajah ini, dan bukan tanpa terpaan badai perjalanan kami.

Karena sekalipun kita berdiri atas nama Tuhan, kami biasa beradu argument, kami saling mengkritik, kami saling menegur kami sering bersinggungan dan sering kali kami larut dalam emosi.

Aku pun sudah beberapa kali menjauhkan diri dari komunitas ini, tapi cinta mula-mula ku pada Tuhan membawa aku kembali ke tempat ini. Kemudian pengenalan pribadi akan Tuhan membuat kami kembali pada pengertian manusia ber-Tuhan.

Kami mengasihi satu sama lain walau sadar kami tidak sepenuhmya bisa saling menerima kekurangan orang lain, karena kami tau Tuhan tetap mengasihi kami. Memaafkan dan memahami satu sama lain adalah formula terberat dalam persinggungan. Dan perjalanan hidupku mengajarkan, ini adalah obat kecewa.

Gereja Kristus Apostolik, setelah 3 kali berganti nama akhirnya kami mendirikan sinode sendiri. Aliran gereja kharismatik yang telah mengajarkan aku menjadi manusia tangguh, pribadi yang mandiri, manusia yang bersyukur dan manusia yang mengerti mengandalkan Tuhan...

Komunitasku ini mengenalku lebih dekat dan jujur, mereka tau kemarahanku, mereka tau aku cerewet dan bawel, mereka tau karakterku, mereka mengerti jiwaku, they just know me so well... dan aku tau mereka mengasihiku dan mereka adalah supporter doaku yang pasti.

Persepuluhan

Persepuluhan adalah menyisihkan 10% dari setiap pendapatan kita untuk Tuhan, logikanya tangan Tuhan memang tidak akan turun langsung untuk menerima uang 10% tersebut. Biasanya yang 10% ini akan diserahkan pada kantong-kantong persembahan khusus di gereja. Sebagai seorang Christian konsep perpuluhan sudah lama aku pahami, bahkan sebelum aku bekerja, makanya ketika aku bekerja hal ini adalah satu hal yang langsung aku lakukan bagi Tuhan.

Konsep perpuluhan cukup riskan bin sensitif bila dibahas orang per orang, setiap orang akan merasa kebutuhanya tidak bisa ditunda,, that’s for real actually… Indonesia cyin, semua pake duit.. belum lagi kultur dan adat sebagaian orang yang merasa penghasilan adalah urusan Pribadi, dan gereja absolute tidak perlu intervensi.

 
Kalau dipelajari lagi perpuluhan pada hakikinya adalah mengembalikan apa yang menjadi milik Tuhan. Jadi 10% itu bukanlah MEMBERIKAN seperti pemikiran banyak orang sekarang ini, 10% itu adalah MENGEMBALIKAN yang MEMANG SUDAH menjadi “bagian” Tuhan dalam setiap pendapatan kita.

Aku bekerja bergaji baru sekitar 8-9 tahun belakangan ini, dan sebelumnya segala macam pekerjaan buruh harian sudah kami lakoni. Tapi kami tidak pernah lupa membayar perpuluhan, agak sedih makanya ketika banyak orang yang bekerja diladang Tuhan sebagai pembicara dan pengkotbah, tapi karena alasan pendapatan ‘tidak bergaji’ sering melupakan menyisihkan perpuluhan.

Secara personal aku merasakan bagaimana tangan Tuhan melawat orang-orang yang setia, perjalanan financial kami merangkak naik, lambat, perlahan dan sangat lelet. Tapi harus aku akui ada tanjakan didalamnya, ada nilai naik ada skala yang sedikit meningkat dari pada dulu. Kaul-ku pertamakali sebelum bekerja adalah “korban sulung” untuk gaji pertama yang aku terima, yaitu menyerahkan 100% gajiku buat Tuhan,, walau tidak besar tapi ini bukan perjuangan kecil ditengah padatnya kebutuhan hidup dan bayi kecil yang butuh banyak uang,, bertahun-tahun kemudian aku baru mengerti. Memang Tuhan berikan aku pekerjaan dengan gaji kecil dulu agar aku bisa ‘cepat’ melupakan pemberian ini,,hehehe…

Masa sekolah aku bilang “wah enak dong yang gajinya gede, ngasih 10% gak berasa.. coba kalau kecil, susah lah”, kemudian kakakku menjawab “ya engga lah, rugian yang gajinya gede, kalu sedikit ngasihnya malah gampang”

Bertahun-tahun kemudian aku sadar persepuluhan adalah ‘korban’ buat Tuhan, bukan hal yang gampang dilakukan, baik besar baik kecil semuanya tetap berasa berat untuk dilakukan. Apalagi banyak saat dimana perpuluhan akan bertemu dengan  ‘musim bayaran’. Tapi bagaimanapun juga ini adalah bagian kecil dari kepatuhan pada perintah Tuhan, persepuluhan menghalaukan kita dari belalang pelahap, mengahalau kita dari berhutang tanpa membayar. (karena banyak anak-anak Tuhan yang terjebak dalam ketidak mampuan membayar hutang). Perpuluhan mengajarkan aku berbagi dengan yang Maha Kaya lalu apalagi dengan yang kelihatan didepan mata…

Maleakhi 3:10: bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu kedalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah KU dan ujilah AKU, firman TUHAN semesta alam, apakah AKU tidak membukakan bagimu  tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.



9 Des 2011

Game is Over


Menurut suamiku aku suka terlalu berlebihan dalam menilai suatu kondisi, dan ini meliputi hal baik maupun hal buruk, pada banyak hal suami bilang aku naïf, cengeng dan tidak waspada. Makanya biasa jadi seksi sibuk yang gak jelas, sering ketipu dan sering makan hati sendiri, tapi menurutku suamiku tidak tepat sama sekali.

Kemarin, ada yang bilang aku picik.. agak kaget dan tersentak dengan kalimatnya –terlebih karena siapa pengucapnya- dan belakangan kalimat ini memang sering jadi “makananan pokok-ku” dari-nya setiap kali berkomunikasi. Jujur aku akui kalau aku bukan manusia emas yang menyukai ‘kediaman’ sebagai tameng aman. Tapi dia adalah teman maka aku masih bisa terima,, dan menurutku we know each other.. chill.

Prisipku teman is priceless, seperti aku menghormati teman aku percaya apa yang ditunjukan teman juga adalah penghormatan kepadaku. Ketika selama bertahun-tahun aku menyimpan penghinaan ini dengan lapang adalah karena Friend is priceless itu, selalu akan ada sejuta maaf buat teman, aku suka menulis dan menggambar kemarahan pada teman di pasir, #kata pepatah sih begitu# berfikir seperti aku melupakan kesalahan orang lain, pun jika aku melakukan kesalah “ku mohon dimaafkan”…

Hari itu aku tersentak, bagai masuk kedalam palung Marina (katanya adalah palung terdalam didunia, dimana kekuatan airnya bisa sampai 2 ton, artinya bisa mencabik-cabik tubuh mahluk hidup yang masuk kedalamnya)… ternyata sepenggal kalimat salah yang kuucapkan –pun bukan tanpa alasan- ternyata telah menjadi pedang bermata dua buatku, Kesalahanku adalah dosa besar, tak termaafkan, butuh perenungan diri, pelajaran untuk diri,, wah wah.. walau mencoba untuk santai dan tak perduli, aku terhempas dengan “nasihat” bijaksana yang luar biasa itu… bukan masalah terima atau tidak terima,, okey aku akui dalam banyak hal aku  mungkin suka bercanda terlalu kasar atau berlebihan tapi –seingat aku- aku cukup tau siapa lawan yang pantas diperlakukan sedemikian, tidak ujug-ujug semua  orang akan kuperlakukan sama, demikian juga dengan teman, berdasarkan pegalaman dan intensitas aku merasa berhak menentukan siapa kawan baikku, siapa kawan dekatku dan siapa yang bisa aku percaya.. bukan karena mengkotak-kotak..tapi hati bicara,, ternyata,, kemudian hal ini malah menjerat aku, dengan kuatnya.

 (Teman ini sering 'menasihati" yang berkesan menghina, malah suamiku sempat takut padanya karena satukali kalimat diucapkan tepat pada suamiku). Bertahun-tahun rasa penghinaan itu kutelan bulat-bulat, bertahun-tahun  kusimpan semua kesal dan marah atas nasehat orang yang selalu mengatas namakan “kebaikan” dalam bentuk yang merendahkan dan menghina, dan kemudian senoktah yang kulakukan beberapa waktu yang lalu telah membuatku jadi orang paling sinis dan nyinyir, dan ternyata semua orang telah merasakan kecewa ini… dan hebatnya lagi semua sudah ‘sabar’ dengan ku. Demikian kalimat motivasi yang kuterima hari itu..

Wah, langit dan bumi bertempik sorai rasanya, siang itu makan ku tidak bisa tertelan sama sekali, aku tidak menangis ataupun hati merana, walau menyadari –memang mungkin ada kesalahan yang aku buat (sekali lagi, bukanya tanpa alasan semuanya..)... yang membuat aku luarbiasa  tercengang adalah NASIHAT ITU 100% BUAT AKU _tok_, tidak ada kalimat KITA didalamnya, TIDAK ADA KESALAHAN PADANYA, semua salahku.. dan dituliskan oleh “teman” ini (yang membuat aku kaget) adalah semua atas nama “ketegasan”!! dan AKU SERING  SALAH !!!

Kali ini harus aku akui suami ku benar, aku berlebihan menilai kebaikan kecilnya bertahun-tahun yang lalu, padahal kemudian “ketegasanya” tidak jarang lebih menjatuhkan dan mematahkan semangat. (Aku tidak mau ikut-ikutan latah bilang, kalau ada orangl ain juga terganggu dengan sikapnya,, mungkin dia benar: hanya aku yang salah)  Tapi kembali atas nama “pertemanan” aku menomor sekiankan komentar suami dan nasehat teman selalu lebih benar. Dan hari ini aku menerima kritik yang sangat destruktif dari orang yang terkanal “paling baik dan bersahabat????” …  *let’s nature describe it,, hmmm,,fuihhh

Esoknya setelah berjam-jam dalam ketercengang’an dengan “kata-kata mutiaranya” aku mengangkat kepala dan membuka mata, aku sudah dewasa dan pantas menentukan kepantasan   buatku, aku berhak menetukan siapa yang pantas menjadi contoh dan model bagi karakterku, aku berhak menyaring (walau dalam banyak hal sudah  agak telat) kalimat-kalimat yang pantas menemaniku menjalani hari-hari, dan itu harus dari orang yang paham dengan apa yang diucapkan. Orang yang kalimat dan sikapnya berjalan selaras, orang yang jalur hidupnya pantas menjadi contoh. Memang hidup tak semudah itu, semua orang boleh salah, minimal dia sadar seperti orang lain salah dipun mengakui kesalahannya, bukan orang yang hanya bisa menghakimi tanpa menyadari kekuranganya secuil-pun.

Aku harus mulai menata hidup dengan kurangi  “berbagi” dengan teman, karena kemudian ini sering menjadi boomerang buatku, aku harus berani berkata TIDAK pada ketegasan yang menghina keluargaku –sekalipun datangnya dari seorang teman baik-.  Dan aku harus menelaah ulang kalimat Friend is priceless, karna ada harga hati yang sesungguhnya telah dibayar dalam perjalanan ini.

Buat Eks-teman baik: thanks for all you’ve done before,,  

1 Des 2011

Anekdot yang Bijak (Positive Thinking II)

Sejak mulai menulis blog, aku sempat berjanji untuk spesialisasi menulisa kisah dan pengalaman yang aku alami atau lihat sendiri, tidak ada copy paste apalagi mencontek. Orang boleh bilang ini sombong, tapi sejak awal ini yang mau aku lakukan. Aku benar-benar mau menguji batas imajinasi ku dalam berdeskripsi dengan tulisan.

Beberapa tahun yang lalu rasanya aku sudah pernah membaca anekdot-anekdot dibawah ini, tapi pagi ini tepat sehari+ setengan (hehehe) setelah aku memposting tulisan POSITIVE THINKING, aku kemudian sangat tertarik dengan catatan kaki-nya yang memberikan pencerahan atas anekdot tersebut. Kemudian tergebu untuk mencopy paste tulisan ini dalam blog-ku. Aku tidak cukup jelas siapa pencetus pertama anekdot dan tulisan kaki dibawahnya yang jelas aku menemukan tulisan ini dibawahnya (http://terselubung.blogspot.com).

1. Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu. Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, "Pasti ibu yang memecahkan piring itu." "Bagaimana kamu tahu?" kata si Ayah. "Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain," sahut anaknya.
Kita semua sudah terbiasa menggunakan standar yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga acapkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran.


2. Ada dua grup pariwisata yang pergi bertamasya ke pulau Yi Do di Jepang. Kondisi jalannya sangat buruk, sepanjang jalan terdapat banyak lubang. Salah satu pemandu berulang-ulang mengatakan keadaan jalannya rusak parah dan tak terawat. Sedangkan pemandu yang satunya lagi berbicara kepada para turisnya dengan nada puitis, "Yang kita lalui sekarang ini adalah jalan protokol ternama di Yi Do yang bernama jalan berdekik yang mempesona."
Walaupun keadaannya sama, namun pikiran yang berbeda akan menimbulkan sikap yang berbeda pula. Pikiran adalah suatu hal yang sangat menakjubkan, bagaimana berpikir, keputusan berada di tangan Anda.

3. Murid kelas 3 SD yang sama, mereka memiliki cita-cita yang sama pula yaitu menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti mencela, "Tidak mempunyai cita-cita yang luhur, anak yang tidak bisa dibina!".  Sedangkan guru dari Barat akan bilang, "Semoga Anda membawakan kecerian bagi seluruh dunia!" 
Terkadang orang yang lebih tua, bukan hanya lebih banyak menuntut daripada memberi semangat, malahan sering membatasi definisi keberhasilan dengan arti yang sempit.

4. Istri sedang memasak di dapur. Suami yang berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, "Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!" . Istrinya secara spontan menjawab, "Saya mengerti bagaimana cara memasak sayur." Suaminya dengan tenang menjawab, "Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya … saat saya sedang mengemudikan mobil, engkau yang berada disamping mengoceh tak ada hentinya."
Belajar memberi kelonggaran kepada orang lain itu tidak sulit, asalkan Anda mau dengan serius berdiri di sudut dan pandangan orang lain melihat suatu masalah.

5. Sebuah bus yang penuh dengan muatan penumpang sedang melaju dengan cepat menelusuri jalanan yang menurun, ada seseorang yang mengejar bus ini dari belakang.
Seorang penumpang mengeluarkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, "Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!"
Orang tersebut menjawab, "Saya harus mengejarnya . . ." Dengan nafas tersenggal-senggal dia berkata, "Saya adalah pengemudi dari bus ini!"
Ada sebagian orang harus berusaha keras dengan sangat serius, jika tidak demikian, maka akibatnya akan sangat tragis!. Dan juga dikarenakan harus menghadapi dengan sekuat tenaga, maka kemampuan yang masih terpendam dan sifat-sifat khusus yang tidak diketahui oleh orang lain selama ini akan sepenuhnya muncul keluar.

6. Si A : "Tetangga yang yang baru pindah itu sungguh jahat, kemarin tengah malam dia datang ke rumah saya dan terus menerus menekan bel di rumah saya."
Si B : "Memang sungguh jahat! Adakah Anda segera melapor polisi?"
Si A : "Tidak. Saya menganggap mereka orang gila, yang terus menerus meniup terompet kecil saya."
Semua kejadian pasti ada sebabnya, jika sebelumnya kita bisa melihat kekurangan kita sendiri, maka jawabannya pasti berbeda.

7. Zhang San sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yang indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang.  Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, "Babi!" Mendengar suara ini Zhang San menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, "Kamu sendiri yang babi!".  Baru saja selesai memaki, dia telah bertabrakan dengan gerombolan babi yang sedang menyeberangi jalan.
Jangan salah tafsir maksud kebaikan dari orang lain, hal tersebut akan menyebabkan kerugian Anda, juga membuat orang lain terhina.

8. Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, "Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?" Ayahnya menjawab, "Sudah tentu!"
"Siapa yang menemukan listrik?"
"Edison."
"Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?"
Pakar acapkali adalah kerangka kosong yang tidak teruji, lebih-lebih pada zaman pluralis terbuka sekarang ini.

9. Ketika mandi Toto kurang hati-hati telah menelan sebongkah kecil sabun, ibunya dengan gugup menelepon dokter rumah tangga minta pertolongan. Dokter berkata, "Sekarang ini saya masih ada beberapa pasien, mungkin setengah jam kemudian saya baru bisa datang ke sana." Ibu Toto bertanya, "Sebelum Anda datang, apa yang harus saya lakukan? Dokter itu menjawab, "Berikan Toto secangkir air putih untuk diminum, kemudian melompat-lompat sekuat tenaga, maka Anda bisa menyuruh Toto meniupkan gelembung busa dari mulut untuk menghabiskan waktu."
Jika peristiwa sudah terjadi, mengapa tidak dihadapi dengan tenang dan yakin. Daripada khawatir lebih baik berlega, dari pada gelisah lebih baik tenang.

10. Sebuah gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya.
Kuncinya datang, badan kunci yang kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, 'plak' gembok besar itu sudah terbuka.
Hati dari setiap insan, persis seperti pintu besar yang telah terkunci, walaupun Anda menggunakan batang besi yang besar pun tak akan bisa membukanya. Hanya dengan mencurahkan perhatian, Anda baru bisa merubah diri menjadi sebuah anak kunci yang halus, masuk ke dalam sanubari orang lain.

Please read the COLOURING WORD, aku suka semuanya tapi beberapa yang ku-higlight benar-benar menambahkan serta mencerahkan dan memperdalam pemikiranku  dari apa yang aku tulis kemarin di Positive Thinking. Hope you enjoy it!!!