1 Des 2011

Anekdot yang Bijak (Positive Thinking II)

Sejak mulai menulis blog, aku sempat berjanji untuk spesialisasi menulisa kisah dan pengalaman yang aku alami atau lihat sendiri, tidak ada copy paste apalagi mencontek. Orang boleh bilang ini sombong, tapi sejak awal ini yang mau aku lakukan. Aku benar-benar mau menguji batas imajinasi ku dalam berdeskripsi dengan tulisan.

Beberapa tahun yang lalu rasanya aku sudah pernah membaca anekdot-anekdot dibawah ini, tapi pagi ini tepat sehari+ setengan (hehehe) setelah aku memposting tulisan POSITIVE THINKING, aku kemudian sangat tertarik dengan catatan kaki-nya yang memberikan pencerahan atas anekdot tersebut. Kemudian tergebu untuk mencopy paste tulisan ini dalam blog-ku. Aku tidak cukup jelas siapa pencetus pertama anekdot dan tulisan kaki dibawahnya yang jelas aku menemukan tulisan ini dibawahnya (http://terselubung.blogspot.com).

1. Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu. Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, "Pasti ibu yang memecahkan piring itu." "Bagaimana kamu tahu?" kata si Ayah. "Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain," sahut anaknya.
Kita semua sudah terbiasa menggunakan standar yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga acapkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran.


2. Ada dua grup pariwisata yang pergi bertamasya ke pulau Yi Do di Jepang. Kondisi jalannya sangat buruk, sepanjang jalan terdapat banyak lubang. Salah satu pemandu berulang-ulang mengatakan keadaan jalannya rusak parah dan tak terawat. Sedangkan pemandu yang satunya lagi berbicara kepada para turisnya dengan nada puitis, "Yang kita lalui sekarang ini adalah jalan protokol ternama di Yi Do yang bernama jalan berdekik yang mempesona."
Walaupun keadaannya sama, namun pikiran yang berbeda akan menimbulkan sikap yang berbeda pula. Pikiran adalah suatu hal yang sangat menakjubkan, bagaimana berpikir, keputusan berada di tangan Anda.

3. Murid kelas 3 SD yang sama, mereka memiliki cita-cita yang sama pula yaitu menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti mencela, "Tidak mempunyai cita-cita yang luhur, anak yang tidak bisa dibina!".  Sedangkan guru dari Barat akan bilang, "Semoga Anda membawakan kecerian bagi seluruh dunia!" 
Terkadang orang yang lebih tua, bukan hanya lebih banyak menuntut daripada memberi semangat, malahan sering membatasi definisi keberhasilan dengan arti yang sempit.

4. Istri sedang memasak di dapur. Suami yang berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, "Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!" . Istrinya secara spontan menjawab, "Saya mengerti bagaimana cara memasak sayur." Suaminya dengan tenang menjawab, "Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya … saat saya sedang mengemudikan mobil, engkau yang berada disamping mengoceh tak ada hentinya."
Belajar memberi kelonggaran kepada orang lain itu tidak sulit, asalkan Anda mau dengan serius berdiri di sudut dan pandangan orang lain melihat suatu masalah.

5. Sebuah bus yang penuh dengan muatan penumpang sedang melaju dengan cepat menelusuri jalanan yang menurun, ada seseorang yang mengejar bus ini dari belakang.
Seorang penumpang mengeluarkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, "Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!"
Orang tersebut menjawab, "Saya harus mengejarnya . . ." Dengan nafas tersenggal-senggal dia berkata, "Saya adalah pengemudi dari bus ini!"
Ada sebagian orang harus berusaha keras dengan sangat serius, jika tidak demikian, maka akibatnya akan sangat tragis!. Dan juga dikarenakan harus menghadapi dengan sekuat tenaga, maka kemampuan yang masih terpendam dan sifat-sifat khusus yang tidak diketahui oleh orang lain selama ini akan sepenuhnya muncul keluar.

6. Si A : "Tetangga yang yang baru pindah itu sungguh jahat, kemarin tengah malam dia datang ke rumah saya dan terus menerus menekan bel di rumah saya."
Si B : "Memang sungguh jahat! Adakah Anda segera melapor polisi?"
Si A : "Tidak. Saya menganggap mereka orang gila, yang terus menerus meniup terompet kecil saya."
Semua kejadian pasti ada sebabnya, jika sebelumnya kita bisa melihat kekurangan kita sendiri, maka jawabannya pasti berbeda.

7. Zhang San sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yang indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang.  Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, "Babi!" Mendengar suara ini Zhang San menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, "Kamu sendiri yang babi!".  Baru saja selesai memaki, dia telah bertabrakan dengan gerombolan babi yang sedang menyeberangi jalan.
Jangan salah tafsir maksud kebaikan dari orang lain, hal tersebut akan menyebabkan kerugian Anda, juga membuat orang lain terhina.

8. Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, "Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?" Ayahnya menjawab, "Sudah tentu!"
"Siapa yang menemukan listrik?"
"Edison."
"Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?"
Pakar acapkali adalah kerangka kosong yang tidak teruji, lebih-lebih pada zaman pluralis terbuka sekarang ini.

9. Ketika mandi Toto kurang hati-hati telah menelan sebongkah kecil sabun, ibunya dengan gugup menelepon dokter rumah tangga minta pertolongan. Dokter berkata, "Sekarang ini saya masih ada beberapa pasien, mungkin setengah jam kemudian saya baru bisa datang ke sana." Ibu Toto bertanya, "Sebelum Anda datang, apa yang harus saya lakukan? Dokter itu menjawab, "Berikan Toto secangkir air putih untuk diminum, kemudian melompat-lompat sekuat tenaga, maka Anda bisa menyuruh Toto meniupkan gelembung busa dari mulut untuk menghabiskan waktu."
Jika peristiwa sudah terjadi, mengapa tidak dihadapi dengan tenang dan yakin. Daripada khawatir lebih baik berlega, dari pada gelisah lebih baik tenang.

10. Sebuah gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya.
Kuncinya datang, badan kunci yang kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, 'plak' gembok besar itu sudah terbuka.
Hati dari setiap insan, persis seperti pintu besar yang telah terkunci, walaupun Anda menggunakan batang besi yang besar pun tak akan bisa membukanya. Hanya dengan mencurahkan perhatian, Anda baru bisa merubah diri menjadi sebuah anak kunci yang halus, masuk ke dalam sanubari orang lain.

Please read the COLOURING WORD, aku suka semuanya tapi beberapa yang ku-higlight benar-benar menambahkan serta mencerahkan dan memperdalam pemikiranku  dari apa yang aku tulis kemarin di Positive Thinking. Hope you enjoy it!!!

30 Nov 2011

In moment like this


Sebenarnya gue engga bermaksud sombong apalagi berasa lebih pinter dari pada dia. Cuma sumpah mampus gue sebel moment  ini, gue sumpek dengan 2 jam ini. Seperti biasa pula kalau segala sesuatu dikerjakan dengan sangat terpaksa maka hasilnya gak bakal maksimal.

Ya iyalah boro-boro maksimal middle aja gak nyampe, yang ada otak gue berasa buntu, bantet, bloon. Gue suka heran –apa malu ya??- dengan jawaban-jawaban kecil temen-temen yang menurut gue seharusnya gue juga sudah tau. Tapi entah kenapa gue cuma bisa dongo melongo. Semuanya kaya muter diatas kepala, ya angka, ya hurup, ya suara... semuanya muter teratur kepala, tapi tak satupun ada yang nyangkut apalagi mampir ke otak. Kyaaaaaaaa...

Tahun 2001-2002 gue diajak kerja sebagai assistant-nya (ngebantuin maksudnya loh) seorang temen yang punya Ijin dan mampu mengajar bahasa Inggris secara professional. 

So, kami punya –awalnya- sekitar 100’an murid SD dari murid kelas 4 sampai kelas 6 untuk diajar sebagai Engglish Student’s for Beginner and Basic class. Gue lebih ke ngurusin adminnya sih... dan kadang-kadang dipercaya sebagai Replacement Teacher.

Tahun 2003. Setelah keluar dari tempat les kawan itu. Atas permintaan dan karena ketahuan beberapa anak wilayahku yang juga ikutan kursus bahasa Inggris. Maka  diperkampungan rumah gue, gue membuka lagi kelas untuk anak kelas 5 dan 6. Lumayanlah gue punya 6 orang siswa aktif yang datang ke kontarakan 3x4 meter itu, bahkan murid yang terakhir ini gue ajar masih ngefans... (jiahh maksa banged sih, hahaha) sama gue dan nyokabnya agak kesal waktu gue putus ngajarin dia.

16 tenses, passive voice, irregular verb, regular verb, introduction, model, adjective, personal preposition, possessive pronouns, verb, conjunction, etc...  were simple task I taught them previously.

November 2011, diperusahakan gue diadakan test untuk mengetahui kemapuan Bahasa Inggris. Karena menurut management banyak karyawan yang bahasa inggrisnya kurang mumpuni, padahal perusahaan kita sudah masuk category regional company (ehem ehem..). Lalu seminggu kemudian hasil dibagikan dan kelas ditentuan. 

Whats up dude? Now I am here sitting in the basic class studying Verb, adjective, etc in long long 2 hours with a blue feeling. 

Ada yang tau rasanya??? I felt humiliated tapi -kenyataanya- hasil memang tidak berdusta khan??? 

Huhuhuhu, hiks hiks hiks *crying a loud* with a noisy sound.

Possitive Thinking


Gue jadi suka rada rancu dengan kalimat “negative thinking”… kalimat ini kok kelihatanya jadi semacam penghakiman orang ke orang lain atas “pandangan yang tidak selaras”. As a pesonal gue emang bukan orang yang cukup familiar dengan kalimat positive. Karena sedari kecil bokap  en nyokab lebih banyak nanamin nilai-nilai kejujuran. 

So selama ini, dunia yang lebih gue kenal adalah: Bohong Vs Jujur dan diantara keduanya, yaitu abu-abu –yang gue lebih mengartikan ke munafik dan atau cuci tangan (cari ensiklopedi soal meaning of Pontius Pilatus)- this is my perseption only.

Then belakangan ini atas nama motivasi, kebangunan diri dan self improvement kalimat negative thinking menjadi seperti kata mutiara “be yours self” in the mid of tahun 90-an. 

Okey gue setujulah, memang some people understood it exactly, they know what they talked about this “positive thinking”. 

Yang gue secara pribadi lebih mendalaminya dan suka mengutipnya setelah baca buku The Secret, (gara-gara lihat di Oprah, then thank God gue dapat beli bajakanya..hehehe) karangan Ronda Whyne. Berkali-kali –gue baca berulang-ulang-, buat as Christian actually I’ve heard this word ever since I don’t understand the meaning actually.  

Nasihat Rasul Paulus buat jemaat di Philipi, those are awesome word dan belakangan banyak banget dikutip para motivator dengan bahasa yang sesuaikan dengan genre-nya (music kale pake genre... hihihi).

Adalah orang yang gue rasa  ‘tidak begitu dekat’ dengannya, dan kemudian gue berfikir berali-kali untuk meng-sms, bbm, e-mail atau cari info–kecuali ada suatu occasion khusus soal dia, misalnya Ultah, ngabarin anak sakit,atau apapun yang gue anggep pantas dibagi–ke doi.  Lalu apakah ini akan lu sebut Neg-Think?? 

Atau ketika seseorang yang gue anggap sebagai orang yang paling 'deket’ dengan gue, tiba-tiba kemudian mengeluarkan statement,  “kirain gue elo takut ngadepin gue, dan bla bla bla”... Hah, I don’t even say any single word actually, not even!!!  Whose the Neg-Thinker here actually...  *Doi berasumsi gue neg-think, tapi kalimat 'kecurigaan' pertama dikeluarkan oleh 'nya'.

Tapi kemudian statement Neg-Think ini malah jadi sering disematkan ke gue ketika kita berbincang-bincang… Suatu kali –seseorang yang gue pikir common with my hobby. I share her  something which is 'kita banget'. You know what the reply? None at all, padahal baru saja kita berbincang-bicang  dan sharing.

Yang ada kemudian besoknya dia suruh gue melihat hoby baru dia, lalu hoby gue yang kemarin apa kabar dunk?? Salah gak siy kalau kemudian gue 'takut' berbagi hoby dengan dia lagi. Negatifkah itu namanya?... Kesalahankah ketika gue merasa dia gak tertarik sama hoby gue?? Karna kemudian gue berpikir better not share anything anymore…  

Ketika seorang teman –yang gue anggep so indepth–tidak mengikut sertakan nama gue dalam sebuah undangan. Apakah 'salah' ketika gue merasa terlupakan.. what should you hope me to think?? Be positive aja lah...  Mungkin lupa, belum ketulis, mungkin nanti kali –kalu acaranya udah bubaran kali yaa?– Atau just say thanks (mengucap syukur-maksud gue). 

Kemudian, apakah ekspresi ketidak-nyamanan gue, perasaan sakit hati, kaget, takut, malas, menunggu dan menanti tanda-tanda  HARUS selalu diartikan dengan NEG-THINK???

 
Suatu hari anak gue bermain dengan anak yang (sorry berkesan neg-think sangad) terkenal nakal, dengan terus merepet suami gue (orang paling sok bijak didunia –menurut gue) ngomel dan teriakain anak gue untuk pulang. 

Gue malah ikutan ngomelin suami karena gue paling gak suka orang Neg-Think sama anak kecil (they just don’t understand what they did)... Tidak sampe sejam anak gue pulang dengan meraung-raung. Ter/aspal panas mental TEPAT dekat matanya. 

FYI, orangtuanya ngelihatin mereka main lho! God know it. Lalu nganterin anak gue pulang sambil cengngengesan.  “Ini anak-anak mainnya bahaya”, katanya dengan enteng dan datar, senyumnya masih sumringah.  

Si besar juga pernah, pulang main –dengan anak nakal lainya– tanpa suara tanpa laporan apa-apa langsung memojok di dapur. 6 orang bocah-bocah ramai mengadukan sebuah kejadian  “Jen digebukin Kiki”, cerita mereka saling berebut bersuara duluan... positif dunk!  

Gue tidak mau mempermasalahkan anak tetangga karena menurut gue anak main bersama karena maunya sendiri. Lagi juga sejak awal kita sudah ngingetin... Maka, tak gue sentuh omongan itu anak tetangga, just ignore it. 

Sampai para bocah kecil itu cerita lagi,  “kakak sampe pingsan”… Hah, panic dunk gue, gue peganglah kepalanya... tepat seperti cerita anak-anak tadi. Ada bekas pukulan besi payung memanjang dari jidat sampai tengkorak kepala tengah, tangannya besut-besut karena diseret (walau petinju, kami me-mantangkan anak-anak untu membalas pukulan. Pukulan hanya ada di atas ring. Ini harga mati!!) pahanya merah dan lebam karena diinjak-injak. 

So masih disebut Neg-Think kah kalau sampai hari ini gue sangat-sangat bawelisme kalau anak-anak gue mendekati mereka???

Give me a break man!!! Orang hidup itu punya rasa, pandangan, etika , estetika dan harapan dan semuanya dalam sudut pandang masing-masing.  

Sometimes bahkan many times ketika semuanya tidak melulu berjalan sesuai irama hati, wajarlah jika ada ekspresi yang mengikutinya. Tapi ini engga melulu harus diartikan Neg-Think kali. (kecuali kamu orang yang sangat-sangat-sangat rendah hati dan belapang… and I don’t think I am that perfect). 

Selama manusia masih menjejak kan kakinya ditanah dan masih bersosialisasi dengan lingkunganya, maka macam-macam perasaan itu akan selalu ada. Selalu ada ekspresi atas sebuah kejadian, sebab karena sebuah akibat, hasil sebuah kejadian. 

Dan jika kadar perjumpaan –pun- hanya  setahun sekali,  apakah tidak terlalu “bijaksini” jika kita HOBBY melabeli orang dengan kalimat Neg-Thing. Karena alasan-alasan yang hanya diketahui hati orang dan pengalaman orang.

Hanya karena jiwa yang sangat ekspresif lalu kita ujug-ujug merasa “dia salah” dengan pemikiranya. Apakah kecerewetan, kewaspadaan, ketakutan. persepsi yang beda, kebiasaan/adat, gaya yang berbeda  HARUS (selalu) diartikan Pemikiran yang Salah. Please recheck the track record first baru cobalah menilai (lagi)...


Kalau buat gue segala sebab adalah karena akibat dan gue lagi belajar “put my feet on the other shoes”. Try to understand dulu baru judging #kebalik dari kebiasaan masa muda gue#. Dan ini adalah 1 pelajaran yang sekarang harus gue gali lagi lebih dalam, karna tahun 2000-an suami gue pernah kuliahin gue soal ini and then I said  “Iye,  I will choose the branded one shoes”. Hehehe..

@all the wise man dan atau –yang selalu merasa- positif person. Please give me an advise… and please be possitive  coz  it's a compliment  for a people like you.  

25 Nov 2011

Bung Karno



Semua orang pasti familiar dengan nama Bung Karno karena sejak SD sudah terbiasa membaca nama beliau, juga mengetahui track record perjalannaya dalam pelajaran sejarah. Di pertengangahan tahun 90-an sejak duduk di bangku SMEA aku aktif dikegiatan Pramuka, aku cukup merasa kalau kegiatan ini sedikit banyak lebih menumbuhkan rasa nasionalisku yang memang sudah ada. Pengertian aku antara nasionalisme dan setuju dengan pemerintahan adalah dua hal yang sama sekali berbeda, apapun itu aku cukup merasa menjadi anak muda yang cinta tanah air  #ayo Indonesia#.

Nama Bung Karno kemudian tidak hanya menjadi tokoh  yang aku baca dibuku pelajaran sekolah, dari beberapa kakak-kakak pramuka (pastinya yang sudah sangat senior) sering aku mendengar kisah tentang “charisma” seorang Soekarno. Inilah pertama kalinya aku mengerti konotasi lain dari “pribadi yang menarik perhatian” sama dengan charisma karna yang aku tau selama ini adalah gereja karismatik (bada banget khan maknanya..). Menurut cerita -karna mereka juga pasti dapat dari orangtua atau para eyang-, katanya: pada jaman itu setiap kali bung Karno berpidato semua rakyat akan segera menghentikan kegiatanya –yach, semua percakapan dan diskusi akan dibreak untuk sesaat, tepat seperti gambaran film-film-. Beliau juga memang tipikal down to earth, biasa bertegur sapa dengan semua lapisan masyarakat yang kebetulan dijumpainya, entah itu tukang becak, petani, politisikah... he just a humble person. Kurang lebih demikianlah cerita ini aku terima, dan kemudian aku terpikat dengan kalimat Bung Karno  adalah Pribadi yang memiliki charisma tinggi.

Kalau kemudian di era reformasi ini banyak berita-berita yang dipoles dan terbentuk menjadi sebuah opini akan kegagalan seorang Soekarno, kok ya I don’t really believe it actually, kisah bagaimana kharismatiknya seorang Seokarno terlanjur tersimpan manis di salah satu ruang hatiku…#hadeh bahasanya..hihihi#. Keberanianya dengan slogan “ganyang Malaysia”, idenya dengan bangunan-bangunan vital yang sampai sekarang masih akan dikenang bangsa ini sebagai warisan idenya Soekarno, pidatonya di PBB, idealismenya menentang Amerika (aku 100% pencinta Amerika lho..piss), keberaniannya keluar masuk PBB, berargument dan berorasi dihadapan banyak negara (yang jaman sekarang ini menurut aku bangsa kita seolah-olah dibawah derajat mereka) dengan dada yang membusung dan lengan yang teracung –melihat di file tivi siy begitu- padahal kita masih Negara baru merdeka, sekalipun aku tidak pernah secara Pribadi membaca biografi beliau. Aku lebih suka menilai beliau dengan cara yang sederhana, dari kisah yang kudengar dari senior –yang menurutku waktu itu -Pramuka tidak mungkin bohong- dan apa yang sejarah sudah buktikan melalui film documenter.

Menitik airmata ini melihat kegagahan beliau yang tidak umbar senyum tapi tidak jaim di kancah politik internasional, darah nasionalistku akan membuncah dan berkatai “oh God, sungguhkan bangsaku pernah segagah ini?”

Sampai hari ini dan detik ini, aku masih penasaran ke-kharismatkan- seorang bung Karno, masih terus mencari dimanakah, disiapakah dan bilamanakah charisma yang anggun itu bisa aku plagiat. Dan nama Soekarno -walaupun biografinya tidak aku pelajari secara mendalam- akan selalu menjadi salah satu tokoh besar yang menjadi kiblatku dalam pencarian "jiwa yang berkharisma".  

23 Nov 2011

Mimpi



·  Terapung-apung  ditengah lautan luas dengan sepotong kayu sebagai penyanggah tubuh, sendirian dan matahari sore mulai tenggelam.

·   Berlari tanpa arah seperti dikejar-kejar sesuatu, (entah mahluk entah apalah itu) lalu kemudian terdampar ditengah hutan gelap... yang mulai temaram dengan cahaya bulan malam menyelisip diantara pohon besar.

·   Terkurung disebuah rumah tanpa pintu, tanpa jendela dan satu-satunya jalan yang terlihat seperti pintu ternyata ditutup tembok. Kemudian terlihat tangga tapi sama seperti  pintu tadi, tangga itu tidak menunjukan ada arah untuk keluar.


·        Berlari secepat  kilat, walau degup jantung sesak dan  memburu tapi tidak menemukan cara untuk berhenti.

·        Pernah merasakan beridiri disamping kolam besar yang ada di puncak gunung tinggi, ketika melihat kebawah yang nampak hanyalah bumi yang jauuuuuh dan kosong.

·         Dihisap seekor laba-laba besar dipergelangan tangan dipinggir sumur, dan laba-laba lainya yang mulai merayap keluar... dan lagi, aku sendirian.

·   Tersetting dalam sebuah drama yang antah berantah dan setelah sadar orang-orang yang disekelilingku sama sekali bukan wajah yang kukenali.

·         Sudah lihat film horror “the Ring”. Bagaimana sumur yang gelap, pengap dan nampak tak berdasar itu tergambar. Aku sering terdampar didalamnya..

·         Terjebak dalam pertengakaran hebat, serasa ingin mengucapkan kalimat yg sudah ada di ujung lidah tapi tidak bisa terucap sama sekali, kemudian ditinggalkan sendirian.

Bertahun-tahun aku bergelut dengan mimpi buruk seperti itu. Terjebak dipuncak gunung, ditengah laut, ditengah hutan, dalam sumur yang gelap dan pengap dan  dalam sebuah rumah/gedung kosong.

Melihat binatang –yang namanya tidak pernah bisa kudapatkan didunia nyata- yang datang meyerbu seperti gerombolan tentara baik dari darat juga dari langit. Dikejar-kejar oleh sesuatu yang tidak bisa aku identifikasikan, tapi selalu membuatku berlari dan nyaris terbang untuk menghindar.

Terjebak dalam pertikaian dan aku tidak pernah punya kesempatan untuk bicara dan selalu berakhir dengan kesedihan yang membuatku terbangun.
Merasakan kehancuran yang memilukan hati, kekacauan, perpecahan, penolakan dan rasa malu.

Maka ketika kukatakan aku tau rasa sakit karena diabaikan aku memang tau, aku juga taunya rasanya terhimpit, rasaanya ketakutan... Aku tau semua rasanya kepahitan itu karena mimpi burukku telah menemaniku selama bertahun-tahun.